ReviewReviewReviewTHE PAINTED VEILJul 26, '07 2:18 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Cinta bukan hanya dimaknai lewat kata-kata indah nan puitis yang diucapkan, tidak juga identik dengan suasana romantis dan sejuta kesamaan. Terkadang cinta hadir dalam situasi yang sulit, suasana yang mencekam dan berjuta perbedaan, semua tergantung dari cara mencintai serta menerimanya dan yang pasti cinta akan punya sejuta alasan untuk memaafkan. Menyaksikan film ini berarti anda harus siap memaknai ulang cinta.

The Painted Veil merupakan film yang diadaptasi dari novel klasik karya W. Somerset Maugham, diterbitkan di London pada tahun 1925. Mengangkat cerita cinta yang tidak akan pernah basi ditelan jaman, novel Maugham mampu menghadirkan persoalan tersebut dengan sangat menawan. Mungkin hal itu pula yang menyebabkan novel ini 3 kali diangkat ke layar lebar setelah The Painted Veil (1934, sutradara Ryszard Boleslawski), The Seventh Sin (1957, sutradara Ronald Neame) dan kini The Painted Veil (2006) dengan sutradara John Curran.

Cerita tentang seorang gadis dari keluarga kaya di London pada sekitar tahun1920-an, Kitty (Naomy Watts), memutuskan untuk menerima lamaran Walter Fane (Edward Norton) seorang dokter ahli bakteorologi dari keluarga kelas menengah hanya agar ia dapat keluar dari rumah dan menghindar dari ibunya. Segera setelah menikah, mereka pergi ke Shanghai – China karena Fane mendapat tugas disana.

Di Shanghai yang saat itu tengah marak dengan pergolakan politik dan isu nasionalisme, Fane berusaha membahagiakan Kitty dengan mengajaknya ke Komunitas Inggris yang ada disana. Pasangan tersebut kemudian berkenalan dengan Charles Townsend ( Li Ev Schreiber). Kitty yang merasa tidak bahagia dan tidak ada kecocokan dengan Fane, bakteriologi yang serius dan mendedikasikan diri pada pekerjaannya, merasa menemukan cintanya saat bersama Townsend dan menjalin hubungan dibelakang Fane.

Ketika Fane kemudian mengetahui hal tersebut, ia memutuskan untuk menerima penugasan di Mei-Tan-Fu, sebuah desa didaerah pedalaman China yang sedang terkena wabah kolera, penyakit yang sangat mematikan saat itu. Ia memberi Kitty pilihan untuk ikut bersamanya atau bercerai. Disaat itulah fakta terungkap, bahwa sebenarnya Kitty tidak pernah mencintai Fane.

Kehidupan ditengah pedesaan yang dilanda wabah kolera tidaklah menyenangkan, Kitty yang terpaksa ikut dengan suaminya harus menghadapi masa-masa sulit ini. Di tempat tersebut ia belajar untuk mengenal dan memaknai cinta dalam kondisi yang paling sulit..

Dramatis dan sangat menawan, sebuah adaptasi yang indah dan nyaris sempurna, John Curran sang sutradara, berhasil mengangkat ilustrasi Maugham dalam novel dengan visualisasi yang sangat baik. Sinematografi yang ditonjolkan oleh Curran dengan dukungan pemandangan sungai yang jernih, sawah, pegunungan dan pedesaan di China tempo dulu mampu memuaskan mata penonton. Sudut pengambilan gambar yang mampu menangkap keindahan dan moment – moment penting dalam film membawa penonton untuk tidak berkedip mengikuti alur cerita, menjadi kekuatan film dan poin tersendiri untuk John Curran.

Detil China pada era 1920-an juga digarap dengan baik, mulai dari pakaian, rumah, senjata hingga buku-buku dan pernik kecil lainnya yang menjadi properti film tidak terlewatkan oleh mereka. Curran yang memenangkan penghargaan di Festival Film Toronto untuk Praise (1998) berhasil mengubah pandangan saya terhadap film yang diadaptasi dari novel.

Penggarapan cerita yang dibuat sedemikian rupa membuat alur film ini sangat menarik untuk diikuti, Ron Nyswaner (Philadelphia-1993 dan Love Hurts-1991), penyusun skenario film mampu menampilkan banyak hal selain konflik utama yang tercipta, latar belakang sosial dan pergolakan politik Nasionalisme di China menentang penjajahan Inggris saat itu mampu mengedepan dan berhasil bersentuhan bahkan menguatkan cerita serta mempertajam konflik. Curran dan Nyswaner harus melakukan riset sejarah China secara mendalam untuk menjadikan China tidak hanya sekedar latar belakang yang biasa saja. Pilihan dialog yang ditampilkan dalam film juga sangat impresif dan berkesan

Edward Norton (Down in the Valley, American History X dan Primal Fear) berhasil memerankan karakter Fane dengan mengesankan. Norton terlihat menjiwai karakter Fane yang digambarkan serius, baik hati, memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan dan suami yang sangat mencintai istri, menjadi sangat hidup lewat ekspresinya.

Naomy Watts (Kingkong, 21 Grams) juga tampil dengan baik, memerankan Kitty, wanita yang sedikit labil dalam pilihan hidup dan cintanya tersebut mampu membuat penonton mencibir sekaligus terharu. Pengucapan dialog demi dialog dan penguasaan emosi pada adegan penting mampu menunjukkan level kualitas aktingnya.

Secara keseluruhan film ini layak untuk menjadi pilihan anda yang ingin menyaksikan drama percintaan tampil dengan elegan, cerdas, penuh dengan pertimbangan rasional, dan ending yang berkesan.

taken from : http://ruangfilm.com/?q=ulasan/painted_veil_the


smartie78 wrote on Jul 26, '07
iya, harus nonton nih :)
nursamsi wrote on Jul 26, '07
saur sepuh ama tutur tinular kapan main yah?
addini wrote on Jul 26, '07
smartie : yup, aqu juga pengen nonton... :)
nursamsi : gatau euy... film-nya dibuat lagi yah?
alamtampan wrote on Aug 7, '07
baru semalam nonton di 21

:D bagus...

drama yang worthed buat diliat dan GAK HEPI ENDING!! senengnyaaa..
:p
addini wrote on Aug 7, '07
sad ending kog seneng?
alamtampan wrote on Aug 7, '07
senengnya karena sad endingnya si Suami mati kena kolera
dan akhirnya si kitty akan membesarkan sang anak sendirian..

tapi kl kita kulik lagi ketika scene berganti ke masa ketika Kitty dan walter (si anak yg dah lahir dan dah gede itu) di toko bunga.. keliatan banget dia bahagia.. Dan ketika dia ketemu dengan si bajingan Charlie, dia bisa mengambil sikap yang menurut gw menunjukan sosok karakter yang berbeda dari Kitty sebelumnya, Kitty menjadi sosok single mother yang kuat dan berprinsip...

Jadi kita bs ambil hikmah dr ke sad ending'an nya.. dan bila lihat lebih jauh maka sad ending ini sebenernya adalah happy ending..

(bingung gak lo)
Add a Comment
How would you rate this movie? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help