ReviewReviewALONEJul 26, '07 3:35 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Horror
Alone, sebuah suspense thriller dengan horor sebagai pelengkap atau film horor dengan suspense thriller sebagai pelengkap, nampaknya sang sutradara cukup gila sekaligus jenius dalam merangkai alur cerita menjadi sedemikian menariknya untuk dinikmati.

Cerita tentang Pim seorang wanita bahagia yang tinggal bersama suaminya Wee di Korea. Pada satu hari menerima kabar bahwa ibunya sakit keras dan mengharuskan mereka untuk pulang ke Thailand menemani sang ibu. Kepulangan tersebut ternyata menguak berbagai macam kenangan masa lalu dalam hidup Pim.

Pim dibayangi oleh penampakan dari saudaranya, Ploy, pasangan kembar siam yang berhasil terpisahkan melalui sebuah operasi. Hal yang sama kemudian dialami juga oleh Wee. Kejadian yang terus berulang tersebut membawa Wee pada satu fakta yang tidak dapat dihindarkan, menguak berbagai misteri seputar kematian Ploy yang selama ini tersembunyi dan tidak pernah diketahuinya.

Dengan skenario yang cukup orisinil dan penggarapan alur cerita yang kuat, kisah pasangan kembar siam yang ‘terpisahkan’ ini berhasil terangkat dengan baik dalam film Alone. Tidak mengandalkan mitos, atau penonjolan karakter sang hantu yang berlebihan, film horor negeri tetangga ini tampil menarik justru karena alur ceritanya yang memang mengundang rasa penasaran penonton ditambah ending yang sempurna dan memberi kejutan menjadikan sensasi tersendiri dan mengundang “ooh” panjang.

Beberapa pakem film horor memang tampil seperti biasa, gambar-gambar yang suram, rumah tua, lampu yang byar-pet, serta ilustrasi musik yang menghentak, namun dalam membangun suasana mencekam dan menegangkan, sutradara tidak melulu mengeksploitasi penampakan hantu yang menyeramkan, mereka mampu mencekam suasana melalui rangkaian dialog, gambar, dan alur cerita. Hantu hanya dihadirkan ketika memang benar2 dibutuhkan. Banjong Pisanthanakun dan Parkpoom Wongpoom, duet sutradara dan penulis skenario yang sukses menggarap Shutter ini berhasil menunjukkan kepiawaiannya dalam bercerita.

Masha Wattanapanich sebagai Pim sekaligus Ploy cukup baik dalam memerankan kedua karakter tersebut melalui ekspresinya, seorang yang harus kehilangan kembarannya yang sekaligus bagian lain dari tubuhnya. Tetapi sepertinya Masha, aktris cantik yang sedang menjadi bersinar di Thailand, terlihat kurang dalam pengucapan dan penekanan dialog yang cenderung datar dalam beberapa adegan. Vittaya Wasukraipaisan juga tampil baik dalam film ini, berperan sebagai Wee, suami yang setia dan sangat mencintai istrinya dan harus mengalami beberapa kenyataan pahit yang tidak bisa dielakkan.

Bila dibandingkan dengan Shutter yang tercatat menjadi Box Office di Thailand, keduanya cukup baik dalam menampilkan cerita, dan tampaknya menjadi hal yang khas dari sebuah film horor garapan Banjong Pisanthanakun dan Parkpoom Wongpoom. Tapi ritual membakar foto sebagai penghapus kenangan buruk mungkin bisa digantikan dengan ritual lain karena tampil tetap dalam adegan di dua film tersebut.

Ekspansi film horor ini ke Indonesia tampaknya harus bisa menginspirasi film horor kita agar bisa lebih berkualitas dan lebih variatif dalam penggarapan ide cerita sehingga tidak lagi mengeksploitasi mitos dan hantu uzur yang sudah berulangkali diceritakan dalam berbagai versi. Semoga.

Taken from : http://ruangfilm.com/?q=ulasan/alone


roxsteady wrote on Aug 18, '07
gw pengen nonton film ini, cuma kayaknya blm ada deh disini..hehe
emang jelek yah?
addini wrote on Aug 20, '07
klo kata yg udh nonton siy begithu... btw, pendapat orang berbeda2...
Add a Comment
How would you rate this movie? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help